Misi itu boleh dibilang sangat mencoreng nama besar AS yang dikenal memiliki pasukan khusus hebat di dunia militer bernama Navy Seal. Kejadiannya sangat tragis dan membunuh hampir semua personil navy seal yang ditugaskan. Hanya satu orang yang hidup dibantai Taliban.
Sebagaimana diberitakan merdeka.com (20/2/18), kejadian itu pada saat Operation Red Wings , 27 Juni 2005, empat prajurit Navy Seal mendapat tugas pengintaian di pegunungan Sawtalo Sar, Afghanistan. Target mereka seorang pemimpin Taliban Ahmad Shah, pemimpin perlawanan di Provinsi Kunar.
Letnan Michael P Murphy menjadi komandan pengintaian. Dia didampingi Prajurit Dua Danny Dietz, Prajurit Dua Matthew G Axelson, dan Prajurit Korps Kesehatan Marcus Luttrell.
Ilustrasi Navy Seal
Dalam menjalankan misisnya, mereka bertemu tak sengaja tiga orang penggembala kambing yang melintasi gunung. Apa yang harus mereka lakukan? Membebaskan gembala itu dengan risiko dia akan memberi tahu Taliban atau membunuhnya.
Letnan Murphy mengambil keputusan membiarkan tiga penggembala itu pergi. Sebuah keputusan yang harus dibayar dengan harga sangat mahal. Dan dalam waktu singkat puluhan militan Taliban menyerbu mereka naik ke gunung Sawtalo Sar. Mereka menenteng Ak-47 dan pelontar granat.
Baku tembak sengit terjadi. Tembakan jitu para personel Navy Seals menewaskan belasan musuhnya. Namun kalah jumlah, mereka semakin terdesak dan memutuskan mundur.
Marcus Luttrell menggambarkan peristiwa itu dengan dramatis. "Murphy tertembak di perut. Dietz tertembak di tangan. Namun mereka masih terus menembakkan senjata untuk bertahan. Dietz kemudian tertembak di leher. Dia masih berusaha menembak walau dalah terus mengalir dari lukanya," kata Luttrell.
Luttrel mencoba menyelamatkan rekannya. Namun Dietz tak tertolong. Prajurit Seals itu gugur dalam pelukan Luttrel. Luttrel inilah satu satunya personil yang selamat dalam misi tersebut.
Sementara itu Letnan Murphy mengorbankan dirinya. Saat itu dia diberondong tembakan Taliban. Murphy masih bisa berteriak meminta tolong lewat radio sebelum peluru kembali menembus tubuhnya. Perwira Seals itu tewas mengorbankan dirinya untuk menolong timnya.
Panggilan Murphy direspons Komandan Navy Seals Letnan Kolonel Erik S Kristensen. Dia memimpin 8 anak buahnya menuju lokasi pertempuran dengan heli Seal.
Para personel Navy Seals tak sadar mereka masuk jebakan. Pejuang Taliban membidik helikopter Chinook yang mereka tumpangi. Tembakan RPG itu tepat mengenai helikopter sesaat sebelum para prajurit AS akan turun dengan tali. Seluruh personel, termasuk Letkol Kristensen tewas seketika.
Itulah kisah tragis navy seal sepanjang sejarah. Kendati pihak Taliban kehilangan banyak pasukannya, namun Seal kehilangan komandan dan personil personil intinya dan sebuah pesawat heli tempurnya. ** ( merdeka.com )

0 Response to "Kisah pasukan elit AS Navy Seal saat dihajar Taliban sampai mengenaskan"
Posting Komentar